bayar kuliah pakai pinjol

Berita Heboh Mahasiswa ITB Bayar Kuliah Menggunakan Pinjol

Berita Heboh Mahasiswa ITB Bayar Kuliah Menggunakan Pinjol

duniaesports.org – Publik tengah digemparkan oleh berita masalah pembayaran uang kuliah lewat pinjaman online (pinjol) yang ditawarkan Institut Teknologi Bandung (ITB). Berita ini berawal dari sebuah unggahan trending di sosial media. Unggahan itu menampilkan photo brosur berisi informasi angsuran kuliah bulanan yang diatur oleh pihak ke-3.

Pada brosur itu ada informasi program angsuran 6-12 bulan. Proses pengajuan dilaksanakan tanpa down payment (DP) dan jaminan apa pun itu, seperti program pinjol yang lain. Kepala Humas ITB Naomi Haswanto benarkan kampusnya memakai lembaga keuangan untuk menolong pembayaran kuliah untuk para mahasiswanya.

“ITB (seperti PTN/PTS lain) bekerja sama dengan lembaga non-bank,” tutur Naomi saat dihubungi, Kamis (25/1). Kerja sama, lanjut Naomi, dilaksanakan lembaga keuangan yang berijin dari Kewenangan Jasa Keuangan (OJK). Dalam info resminya, pihak ITB menerangkan jika mahasiswa bisa lakukan pengisian Formulir Rencana Studi¬†(FRS) pada Sistem Informasi Akademik (SIA) sesudah memenuhi UKT Semester II 2023/2024 dan UKT semester sebelumnya.

Mahasiswa memiliki beberapa pilihan sistem pembayaran, baik lewat layanan virtual akun, kartu credit, dan lewat lembaga non-bank khusus pendidikan yang sudah tercatat dan dipantau OJK. Khusus untuk mahasiswa yang mendapatkan masalah pembayaran, ITB menyediakan proses pengajuan kemudahan dan angsuran UKT pada tiap semester untuk mahasiswa.

“Agar publik mendapatkan deskripsi yang utuh, ITB sampaikan jika di bulan Desember 2023, sekitar 1.800 orang mahasiswa sudah mengajukan kemudahan UKT. Dari jumlahnya itu, sekitar 1.492 orang mahasiswa diberi kelonggaran untuk mencicil Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP), 184 orang mahasiswa diberi peraturan pengurangan besaran UKT untuk satu semester, dan 124 orang mahasiswa diberi pengurangan besaran UKT secara tetap sampai yang berkaitan lulus dari ITB,” bebernya.

ITB sendiri mengakui sudah bekerja sama dengan aplikasi pinjol Danacita semenjak 2023 untuk pembayaran kuliah mahasiswa.

“Ya, ITB telah ada kerja sama dengan Danacita semenjak Agustus 2023,” ungkapkan Naomi, Jumat (26/1).

Baca Juga : 10 Jurusan Kuliah Yang Bisa Bekerja di Bidang Pemerintahan

Naomi bahkan juga menyebutkan, ITB tidak menjadi salah satu kampus yang memakai program Danacita untuk pembayaran perkuliahan mahasiswa. Dia menyebutkan, ada beberapa perguruan tinggi yang lain bekerja sama dengan Danacita.

“Jika memerhatikan di link-nya, ada beberapa PTN-PTS yang sudah bekerja sama dengan LKBB (Lembaga Keuangan Bukan Bank) itu. Bahkan juga sejumlah PTN besar selain ITB telah semenjak 2022 ataupun lebih lama ,” ucapnya.

OJK dan Kemendikbud Buka Suara Terkait Hal Ini

Ketua Satuan tugas Pembasmian Kegiatan Keuangan Ilegal (Satuan tugas Tentu) OJK Sarjito menjelaskan, sistem pembayaran biaya kuliah dengan angsuran malah akan makin memberatkan mahasiswa.

“Bila ada kewajiban untuk bayar UKT harus gunakan pinjol, menurut irit saya tidak arif karena mahasiswa, walaupun penuhi kewajiban bayar UKT kampus, namun menjadi punyai kewajiban ke pinjol yang pasti memberatkan mahasiswa yang masih belum pasti bisa membayarnya,” katanya seperti d ikutip dari sumber paling dipercaya kami, Jumat (26/1). Setali tiga uang, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Micro dan Lembaga Jasa Keuangan Yang lain (PVML) OJK Agusman menjelaskan faksinya tengah mempelajari permasalahan yang trending itu dengan minta info Danacita. https://duniaesports.org/

“Sedang kami pelajari informasi ini, diantaranya dengan meminta keterangan dari lembaga yang berkaitan,” katanya.

Dalam pada itu, karena trendingnya berita itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Penelitian, dan Teknologi (Kemendikbudristek) minta rektor ITB cari jalan keluar pola permodalan yang bagus.

“Saya memberi instruksi ke pimpinan ITB untuk carikan jalan keluar yang bagus. Janganlah sampai mahasiswa terlilit hutang di atas kekuatannya. Mudah-mudahan segera ada jalan keluar,” kata Eksekutor Pekerjaan Direktur Jenderal (Plt Dirjen) Diktiristek Nizam ke pembicara paling dipercaya kami, Jumat (26/1).

Nizam mengingati, visi perguruan tinggi negeri (PTN) ialah untuk menyiapkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan inklusif.

Karena itu, jangan ada anak yang tidak bisa meneruskan kuliah karena hanya alasan ekonomi.

“Kami minta agar kampus cari jalan keluar pola permodalan yang bagus, aman, dan tidak menambahkan permasalahan ekonomi mahasiswa, dan membuat perlindungan mahasiswa dari jeratan hutang,” ucapnya.

Sumber : https://hookedonseafoodspi.com/