Kata Khezcute : BOOM tertarik dengan Hyde dari sebelum TI9

Kata Khezcute : BOOM tertarik dengan Hyde dari sebelum TI9

Bukan cuma tidak tertandingi di liga nasional,BOOM Esports berhasil lolos di tiga turnamen minor DOTA Pro Circuit 2018/2019. Sayang sekali,biarpun begitu pencapaian mereka belum bisa membawa mereka lolos ke The international 2019 dan 2 kualifikasi turnamen major minor. Kata Khezcute : Boom tertarik dengan Hyde dari sebelum TI9.

Kata Khezcute : BOOM tertarik dengan Hyde dari sebelum TI9

Baca Juga : MidOne Merapat ke OG , Rumor atau Fakta?

Kata Khezcute : BOOM tertarik dengan Hyde dari sebelum TI9

Berbagai usaha sudah dilakukan seperti misalnya dengan mendatangkan Muhammad “inYourdreaM” Rizky dan menukar posisi carry support dari IYD dan Randy “Dreamocel” Sapoetra. Namun, usaha tersebut tidak berhasil hingga IYD berpisah. Ketika media day Predator League 2020 Indonesia, Esports ID meng-interview Alfi “Khezcute” Nelphyana untuk berkomentar mengenai perfoma BOOM setelah TI9. Keputusan menjadikan Brizio “Hyde” Adi sebagai pemain inti dan Predator League 2020 yang akan mereka ikuti.

Sesudah berakhirnya TI9,Khezcute mengatakan keputusan mereka untuk menarik IYD karena ia sedang luang setelah keluar dari EVOS. “Saat itu masih belum tahu siapa yang akan menjadi support. Awalnya Mocel yang mengajukan sendiri jadi support karena ia mau belajar hal baru. Lama kelamaan Mocel berkata sulit juga menjadi support. Setelah melalui keputusan bersama dan inisiatif dari Kiky (IYD) akhirnya Mocel kembali jadi Carry dan IYD jadi support.” katanya.

Ikutnya Hyde ke dalam tim menjelang kualifikasi Leipzig Major sebenarnya sudah masuk dalam pertimbangan bahkan setelah TI9. “Hyde jadi salah satu pilihan kita setelah TI. Namun karena masih terikat kontrak dengan tim lamanya akhirnya kami menarik IYD. Namun setelah ada patch baru,IYD sudah tidak bisa bermain sebagai support. Memulai hal baru,akhirnya kami memutuskan untuk memanggil Hyde selain karena dia support terbaik di Indonesia saat ini dan ia juga baru lepas dari tim lamanya.” ungkapnya. Walaupun BOOM selama ini belum pernah lolos ke turnamen DPC sesudah TI9 namun Khezcute justru menyukai persaingan DPC sekarang dibandingkan yang dulu. Ia mengungkapkan tim-tim yang ada di SEA sekarang ini lebih balance mengingat adanya patch terbaru yang membuat semua tim masih beradaptasi.

Kata Khezcute : BOOM tertarik dengan Hyde dari sebelum TI9

Pendapat Khezcute tentang Predator League

Melihat Predator League sekarang,Khezcute menyebutkan tidak banyak tim Indonesia yang masih punya divisi DOTA 2 dan banyak juga tim yang lolos ke event utama dari pecahan-pecahan player yang jadi satu tim. Namun,ia mengakui masih banyak orang-orang lama yang lolos mengingat masih sering bertemu di ranked.

Khezcute juga menitipkan pesan untuk fans setia BOOM Esports. “Tetap dukung kami ketika menang maupun kalah. Semoga ide-ide dari tim bisa membawa BOOM bisa sukses untuk kedepannya.” katanya.

Boom Esports berkesempatan besar untuk menjadi perwakilan Indonesia untuk kali ketiganya. Mereka sudah masuk babak grand final dan akan bertemu PG Barracx.