OG Juara The International 2 Kali Berturut-turut

OG berhasil mencetak sejarah dengan menjuarai ajang Dota 2 terbesar yaitu The International (TI) sebanyak 2 kali berturut-turut. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang tim yang bersponsor minuman penambah energi Red Bull tersebut, kami sebagai penulis ingin mengucapkan selamat datang di situs duniaesports.org. Situs ini membahas seputar informasi yang terlengkap dan terbaru seputar esports baik dalam negeri maupun luar negeri. Tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kesediaan para pembaca untuk berkunjung dan membaca tulisan ini.

Sejarah The International (TI) Dota 2

The International (TI) Dota 2 adalah kejuaraan antar tim Dota 2 bergengsi yang diadakan secara rutin dan resmi oleh Valve Corporation setiap tahun. Tim-tim yang berpartisipasi berasal dari berbagai negara yang bertanding di dalam 1 arena bermain untuk memenangkan hadiah dalam turnamen bergengsi ini. Ciri khas dalam turnamen ini adalah uang tunai yang besar, dan piala Aegis of the Champion. The International (TI) pertama kali diadakan pada bulan Agustus tahun 2011 yang bertempat di Cologne, Jerman. Total hadiah pada saat itu senilai $ 1,6 juta atau setara dengan Rp 22,4 milyar.

Sebelum adanya turnamen The International (TI) ini, sudah banyak dari beberapa pihak penyelenggara lainnya yang mengadakan turnamen dengan skala lokal yang tentunya dengan mendapatkan hadiah uang tunai. Namun sangat disayangkan dari sekian banyak turnamen skala lokal tersebut, terdapat banyak kasus oleh pihak penyelenggara turnamen seperti penipuan dan pencurian. Oleh sebab itu, Valve Corporation sebagai distributor platform perangkat lunak dari steam yang di dalamnya terdapat berbagai macam permainan. Permainan tersebut salah satunya adalah Dota 2. Maka pada tahun 2011 Valve mencoba untuk membuat turnamen dengan skala internasional.

dota 2 ti

Agar menarik perhatian dunia, Valve sengaja menaruh total hadiah yang sangat fantastis yaitu sebesar $ 1,6 juta. Di saat yang bersamaan, terjadilah revolusi esport yang membuat heboh seluruh pemain dota dan pemain permainan lainnya. Total hadiah pun semakin meningkat setiap tahunnya hal ini dapat terjadi karena Valve mengeluarkan produk yang bisa dibeli oleh seluruh pemain Dota 2. Hasil penjualan produk tersebut setiap 0,25 sen akan dimasukkan dan diakumulasikan ke dalam total hadiah turnamen Dota 2 The International (TI).

dota 2 ti

Sang Juara Dota 2 The International (TI)

Berikut ini kami informasikan para jawara turnamen Dota 2 The International (TI) dari tahun ke tahun :

Kami akan membahas OG yang telah berhasil mencatatkan sejarah untuk pertama kalinya tim yang menjuarai The International 2 kali berturut-turut.

Mengenal OG Lebih Dalam

OG adalah tim esports profesional untuk permainan Dota 2 yang berbasis di Eropa dan tim ini dibentuk pada tahun 2015. Pada Agustus 2015, perintis Tim Secret yaitu Tal “Fly” Aiziik dan Johan “N0tail” Sundstein, yang berkolaborasi dengan 3 pemain lainnya David “MoonMeander”, Amer “Miracle” Al-Barkawi, dan Andreas “Cr1t” Nielsen. Akan tetapi mereka berhasil menjuarai Dota 2 The International (TI) pada tahun 2018 dan 2019 dengan komposisi pemain sebagai berikut :

  • Anantha “ana” Pham (Australia)
  • Topias “Topson” Taavitsainen (Finlandia)
  • Sebastien “Ceb” Debs (Perancis)
  • Jesse “JerAx” Vainikka (Finlandia)
  • Johan “N0tail” Sundstein (Denmark)

Sementara itu kami informasikan prestasi-prestasi yang sudah berhasil didapatkan oleh tim OG :

  • Pada Desember 2015, OG berhasil keluar sebagai juara 1 pada turnamen Frankfurt Major
  • Maret 2016, OG hanya berhasil finish pada urutan ke 7 dalam turnamen Shanghai Major
  • Juni 2016, OG berhasil menyabet 2 gelar sekaligus yang pertama juara 1 Manila Major dan juara 1 ESL One Frankfurt 2016
  • Agustus 2016, pada ajang turnamen The International 2016 OG hanya berhasil finish di urutan 9th-12nd
  • Desember 2016, OG berhasil keluar sebagai juara pada turnamen Boston Major
  • April 2017, OG kembali berhasil merebut juara pada turnamen Kiev Major
  • Agustus 2017, OG harus menerima keunggulan tim lawan yang hanya berhasil finish pada urutan 7th-8th The International 2017
  • Pada Desember 2017, OG kembali menambah pundi-pundi pialanya dengan menjuarai turnamen Mars Dota League Macau
  • Agustus 2018 dan Agustus 2019, ini merupakan catatan sejarah untuk dunia esports khususnya permainan Dota 2. OG berhasil mencetak sejarah dengan menjuarai turnamen bergengsi The International 2 kali berturut-turut.

OG Dalam Mempertahankan Gelar Juara

Dimulai pada tahun 2018, saat itu OG sebagai tim kuda hitam yang paling banyak diremehkan oleh para penggiat esports Dota 2 kala itu berhasil membuktikan dirinya keluar sebagai juara The International pada tahun 2018 dan hal yang sama dibuktikan pada tahun berikutnya. Ada perbedaan antara tahun lalu dan tahun ini yaitu pada tahun lalu, OG mendapatkan juara dengan susah payah sedangkan pada tahun 2019 OG sangat mendominasi sekali pada turnamen ini. Sejak babak grup, OG tidak kendor sedikit pun. Tingkat konsistensi tim OG berlanjut pada babak playoff dengan melengserkan tim dari China Newbee, juara TI 2015 Evil Geniuses, dan tim kuat China PSG.LGD.

Pada laga Grand Final menghadapi tim Liquid, OG berhasil menumbangkan juara TI 2017 tersebut dengan skor meyakinkan 3-1. Sempat tertinggal terlebih dahulu pada laga pertama, akhirnya OG berhasil membuktikan dirinya kepada seluruh dunia bahwa merekalah sang juara sejati. OG menerima hadiah terbesar sepanjang karir mereka yakni sebesar $ 15.609.693 USD atau setara dengan Rp 200 Milyar lebih.

dota 2 tiSelamat untuk tim OG yang telah berhasil menjadi juara TI 2019 sungguh pertandingan yang sangat fantastis dan menarik diperlihatkan para peserta turnamen TI 2019. Masih mampukah OG mempertahankan gelarnya pada turnamen tahun depan? Ikuti terus beritanya bersama kami!