Ana-God is Comeback setelah rehat

Ana-God is comeback

Ana-God is comeback

Penggemar DOTA2 tentunya sudah mengenal nama Anathan “Ana” Pham. Dewa Ana yang saat ini masih menjalani masa break setelah The International 9 is Comeback ke dunia DOTA 2. Sepertinya Ana ingin melihat perkembangan skill manusia biasa di ranked match.

Ana-God melejit setelah berperan besar membela OG memenangkan TI pertamanya di tahun 2018. Fans nya pun semakin banyak di tahun 2019 saat dia mempopulerkan IO carry sebagai hero andalan di turnamen DOTA 2 paling bergengsi di dunia itu.

Video di atas membuktikan perbedaan skill kita sebagai manusia biasa dengan ana sebagai dewa DOTA 2. Hebatnya lagi ketika kita melihat cara bermain Ana dia bisa membuat seakan-akan bermain DOTA2 terasa mudah. Dibawah ini adalah kisah perjalanan Ana dalam dunia kompetitif DOTA2.

Ana-God is Comeback : Profile Sang Dewa

Ana-God is comeback

Ana adalah pemain kelahiran Australia,tepatnya di Melbourne pada tanggal 26 Oktober 1999. Di usia yang sangat belia,dia sudah memiliki kemampuan bermain Dota 2 yang luar biasa. Sayangnya,walaupun punya kemampuan,ada masalah yang menjadi tantangan untuk Ana. Bakat bermainnya tidak bisa disalurkan jika dia terus bertahan di tanah kelahirannya.

Tantangan lainnya yang harus di hadapi adalah orangtuanya,terutama Sang ibu. Ibunya,Jan Du,melarang anaknya bermain DOTA 2. Alasannya melarang Sang anak bermain adalah dikarenakan anaknya sering bolos sekolah dikarenakan sibuk bermain semalaman suntuk.

Tidak ada yang bisa menghentikan Ana untuk bermain game kesayangannya ini,segala cara dilakukan agar dapat terus mengembangkan kemampuannya. Dia pun akhirnya memutuskan untuk merantau ke Tiongkok agar kemampuannya dapat terus terasah.

Lagi-lagi keputusannya untuk merantau kembali ditentang oleh Sang ibu. Untungnya ada Sang kakak yang sangat mendukung minatnya untuk menjadi pro player. Dengan bantuannya akhirnya ibunya dapat diyakinkan untuk mendukung cita-cita anaknya.

Ana-God is Comeback : Kisah menjadi Pro Player

Ana-God is comeback

Perantauan Ana ke tiongkok tidaklah berjalan dengan lancar pada mulanya. Di tahun 2015 dia sempat mengikuti CDEC in-house League yang melabuhkan dirinya di Mobility Gaming. Setahun kemudian, datang kesempatan emas dari tim lokal ternama,Invictus Gaming.

Namun karirnya di Invictus Gaming tidak lama,dikarenakan dia merasa tidak produktif dengan hanya menjadi cadangan. Pada saat itu IG diisi oleh banyak roster kelas atas seperti Faith, Chuan,Xi dan juga burNIng.

Berselang lima bulan kemudian,datang tawaran yang menjanjikan dari tim Eropa yang belum terkenal saat itu,OG. nama OG memang belum tenar selayaknya dua tahun belakangan ini. Tapi takdir berkata lain,Ana dan juga OG akhirnya mulai masuk perhitungan di skena kompetitif DOTA2. Apalagi setelah mereka berhasil menjadi juara dibeberapa gelaran bergengsi seperti The Boston Major dan Kiev Major.

Perjalanan Ana sebagai pro player DOTA 2 bisa dibilang unik. Dia sempat dua kali hiatus dari gemerlapnya dunia kompetisi Dota2.

Hiatus pertamanya diambil di 2017 setelah meraih dua Major,Ana dan OG mencoba mengadu nasib di TI7. Sayangnya langkah mereka tertahan oleh PSG.LGD. Setelahnya Ana memutuskan untuk istirahat sejenak.

Empat bulan setelahnya,secara mengejutkan dia mencoba untuk bergabung dengan tim Echo International. Akan tetapi, perginya S4 dan Fly dari OG membuat Ana diminta untuk kembali di Juni 2018. Kembalinya Ana-God ke OG berbuah manis dengan menjadi juara The International 2018.

Dan lagi-lagi Ana-God mengambil langkah yang mengejutkan dengan kembali cuti setelah TI8. Peran Ana di OG benar-benar tak tergantikan,setelah absennya dia di Dota Pro Circuit atau DPC musim 2019 Notail Cs tampil kurang memuaskan. Situasi ini akhirnya membuatnya terpanggil kembali sampai akhirnya menjadi juara TI9.

 

Baca Juga : InYourDream dan Jhocam Berlabuh ke T1